PAM Dayak PT BMB Dapat Pujian dari DPRD Kalteng

CANALBERITA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), khususnya Komisi I mengapresiasi Pasukan Pengamanan (PAM) Dayak di PT Berkala Maju Bersama (PT BMB). Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I, Yohannes Freddy Ering di selsa-sela kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka Sosialisasi Optimalisasi Pendapatan Derah.

Karena menurut Freddy Ering, setiba dipintu masuk PT BMB dirinya bersama rombongan sudah disambut puluhan pasukan pengamanan yang berjejer memberikan penghormatan kepada setiap tamu yang masuk termasuk mereka yang bertolak dari Palangka Raya.

Penyembutan hangat juga diberikan oleh jajaran Manajemen PT BMB, bahkan sampai pada salah satu Owner PT BMB sendiri yaitu Cornelis N Anton yang asli Putra Daerah Kalimantan Tengah asal Gunung Mas.

Tahapan Pilkada 2024

“Kalau bisa membandingkan, penyambutan PT BMB sangat luar biasa dari tempat lainnya. Saya sendiri tidak menyangka sampai seperti ini, karena kami awal masuk sudah disambut istimewa oleh pasukan pengamanan. Jujur baru disini kami disambut oleh pihak perusahaan dengan pasukan pengamanan begitu banyak, apalagi saya lihat mereka penduduk lokal,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Kalteng ini saat diwawancara, Kamis 20 Januari 2022.

Pria yang akrap disapa Freddy ini menjelaskan,   kunjungan kerja (Kunker) ke sejumlah Perusahaan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit di wilayah Kabupaten Gunung Mas dalam rangka sosialisasi Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 15 Tahun 2016 tentang Optimalisasi Pendapatan Derah.

Optimaliasi pendapat daerah melalui penerimaan  Pajak Daerah sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 26 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak  Air Permukaan serta Peraturan Gubernur Kalteng Nomor 9 Tahun 2017  tentang Perubahan Atas Peraturan Gubenur Kalteng Nomor 76 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).

Sementera itu salah satu  Owner PT BMB, Cornelis N Anton menjelaskan terkait pasukan pengamanan pihaknya merekrut dari berbagai ormas Dayak di Kalteng  sehingga disebut PAM Dayak PT BMB yang mana tujuannya adalah memberdayakan penduduk lokal, sehingga masyarakat sekitar bisa merasakan manfaat adanya PT BMB selain Program CSR.

“PAM Dayak PT BMB semua penduduk asli Kalteng yang berjumlah 60 orang. Banyaknya pengamanan bukan maksud PT BMB tidak aman, justru perusahaan memberikan kesempatan kepada masyarakat  penduduk lokal bekerja di PT BMB dan sudah sewajarnya investor memberdayakan penduduk lokal,” ungkap pria kelahiran Desa Tumbang Lapan, Gunung Mas itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan,  PAM Dayak PT BMB adalah pemuda-pemuda Dayak dari berbagai latar belakang pendidikan yang belum mendapat pekerjaan. “Ijazah bukan syarat utama. Mereka juga tidak perlu Sertifikat Diksar Satpam, bahkan ada yang tidak memiliki ijazah. Yang terpenting mereka punya loyalitas terhadap perusahaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama bekerja sebagai PAM Dayak PT BMB tersebut, mereka mendapatkan hak-hak penuh sebagai karyawan sebagaimana diatur dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

“Upah atau gaji yang diberikan PT BMB standar Upah Minimum Provinsi (UMP). Mereka juga didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,” tukas Cornelis.

(CNB1)