Masyarakat Kalteng Minta Edy Mulyadi Ditindak Secara Hukum Positif dan Hukum Adat

CANALBERITA.COM – Atas peryataan Edy Mulyadi dan kawan-kawan yang mengatakan Ibu Kota Negara (IKN) adalah tempat “Jin Membuang Anak dan hanya Monyet Tinggal Disana” menuai gejolak besar, khususnya di Pulau Borneo.

Video berdurasi 57 detik tersebut juga membuat mendidih darah masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya masyarakat Dayak.

Sehingga pada Senin 24 Januari 2022, gabungan ormas Dayak dan ormas Sunda, Batak ormas lainnya menggelar aksi damai di Tugu Soekarno Kota Palangka Raya untuk menuntut Pemerintah dan Polri mengusut tuntas atas penghinaan yang dilakukan Edy Mulyadi dan kawan-kawan itu.

Ketua Aksi, Ducun H Umar SE mengatakan, aksi damai yang dilakukan tersebut menuntut Edy Mulyadi dan kawan-kawan untuk ditindak tegas sesuai dengan hukum pidana dan hukum Adat di Pulau Borneo.

“Perkataan yang bersangkutan sangat menyinggung hargat dan martabat masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah sendiri sebagai Suku Dayak. Maka dari itu kami disini meminta pihak kepolisian untuk menangkap saudara Edy Mulyadi dan kawan-kawan karena sudah membuat sara,” cetusnya saat diwawancara awak media.

Dalam aksi damai setidaknya ratusan masyarakat dari berbagai ormas untuk menuntut penghinan terhadap masyarakat Kalimantan. (CNB1)