IHSG Tertekan, Saham-saham CPO Berani Lawan Arus

canalberita.com — Saham-saham emiten produsen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kembali melesat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (19/10/2021), di tengah tren kenaikan harga kontrak berjangka CPO akhir-akhir ini.

Berikut kenaikan saham sawit, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.19 WIB.

  1. Sampoerna Agro (SGRO), saham +12,12%, ke Rp 2.590/saham
  2. Cisadane Sawit Raya (CSRA), +2,59%, ke Rp 396/saham
  3. Bakrie Sumatera Plantations (UNSP), +2,52%, ke Rp 122/saham
  4. SMART (SMAR), +2,07%, ke Rp 4.440/saham
  5. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), +1,32%, ke Rp 1.155/saham
  6. Dharma Satya Nusantara (DSNG), +0,82%, ke Rp 615/saham
  7. Mahkota Group (MGRO), +0,67%, ke Rp 750/saham
  8. Tunas Baru Lampung (TBLA), +0,56%, ke Rp 895/saham
  9. Salim Ivomas Pratama (SIMP), +0,40%, ke Rp 498/saham

Menurut data di atas, saham Grup Sampoerna SGRO melesat 12,12% ke Rp 2.590/saham. Dengan ini, saham SGRO sudah melonjak selama 6 hari beruntun. Alhasil, dalam sepekan saham SGRO melejit 35,57% dan dana sebulan terkerek naik 46,67%.

Kedua, saham CSRA yang terapresiasi 2,59% ke Rp 396/saham, usai naik 2,66% pada perdagangan kemarin.

Ketiga, saham Grup Bakrie UNSP naik 2,52% ke Rp 122/saham. Dalam sepekan saham ini masih turun 2,40%, sementara dalam sebulan saham UNSP sudah naik 7,02%.

Di bawah saham UNSP, saham Grup Sinar Mas SMAR menguat 2,07%, melanjutkan kenaikan 1,40% pada perdagangan kemarin.

Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) masih mengalami tren naik alias bullish. Dalam sebulan terakhir, harga kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia melesat 18,48%, sementara sejak akhir 2020 (year-to-date) melonjak 37,33%.

Kenaikan harga minyak bumi ikut mengatrol harga CPO. Pada Senin siang (18/10), harga minyak jenis brent dan light sweet melonjak masing-masing 1,3% dan 1,7%.

Saat harga minyak bumi naik, CPO (yang bisa digunakan sebagai bahan baku biofuel) menjadi menarik. Permintaan CPO naik, harga pun terungkit.

Wang Tao, Analis Komoditas Reuters, memperkirakan prospek harga CPO masih cerah. Harga masih bisa naik menembus level MYR 5.000/ton.

“Harga CPO kemungkinan akan menguji level resistance MYR 5.032-5.048/ton. Jika level ini berhasil tertembus, maka harga bisa naik lagi ke rentang MYR 5.187-5.274/ton,” ungkap Wang dalam risetnya.

Target MYR 5.187-5.274/ton, lanjut Wang, akan terkonfirmasi kala harga CPO berhasil menembus titik MYR 5.048/ton. Melihat pola dalam grafik perdagangan harian, sepertinya ini tidak akan sulit.

Menurut Wang, investor bisa memasang target harga terdekat di MYR 5.170/ton. Pada 13 Oktober 2021, harga CPO gagal menembus target ini tetapi sekarang kemungkinan berhasil. Begitu titik MYR 5.170/ton tertembus, maka kenaikan lanjutan tidak bisa terbendung lagi.

Sementara titik support harga CPO ada di MYR 4.909/ton. Penembusan di titik ini akan membawa harga turun lebih lanjut ke kisaran MYR 4.769-4.822/ton.

 

cnbc