Menjaga Mutu Buah Kelapa Sawit

canalberita.com — Guna menjamin dan menjaga kesinambungan kualitas Tandan Buah Segar (TBS) sawit dan mutu pekerjaan panen/potong buah, maka diperlukan adanya pemeriksaan mutu buah dan ancak panen.

Pemeriksaan mutu buah per-TBS di  TPH  dilaksanakan setiap hari kerja untuk mengetahui kualitas buah yang dipanen di masing-masing afdeling se-representatif mungkin (jumlah sampelminimal 10%). Maka untuk pemeriksaan buah di TPH ditetapkan minimal 5 TPH di dalam satu blok seluas 30-40 ha yang mempunyai total 42 TPH atau sampling sebesar ±12%.

Disetiap afdeling dipilih blok-blok yang akan digrading  atas dasar rencana kerja harian (RKH). Blok yang terpilih diberi tanda (X)  dalam peta kebun dengan tujuan agarlokasi grading pada akhirnya menyebar secara merata di semua blok kebun untuk menghindari terjadinya pengamatan ganda berulang di blok yang sama sebelum blok lainnya selesai di grading.

Tahapan Pilkada 2024

Buah yang digrading adalah buah yang dipanen atau dipotong pada hari itu.

Penentuan titik awal grading dilakukan pada salah satu dari 4 TPH pertama secara acak. TPH pengamatan selanjutnya dipilih secara sistematis dengan selang 8 (delapan) TPH.  Sebagai contoh  : jika titik awal grading dilakukan pada TPH nomor 2, maka grading berikutnya dilakukan pada TPH nomor 10, 18, 26, 34, dan 42.  Apabila di suatu blok terdapat nomor TPH yang lebih dari 42, maka TPH pengamatan dilanjutkan sampai nomor TPH terakhir dalam blok tersebut.

TBS yang telah tersusun rapi di TPH dan telah dinomori sesuai nomor pemanen dihitung jumlahnya serta digrading berdasarkan kriteria mutu buah yang digunakan sesuai dengan tingkat kematangannya dan sifat-sifat lainnya.  Klasifikasi mutu buah dibedakan menjadi 7 (tujuh) kategori, diantaranya:

Buah mentah (Unripe)

Adalah janjang buah yang membrondol kurang dari 1 (satu) brondol per kg janjang (sesuai kriteria matang panen).

Buah masak (Ripe)

Adalah janjang yang warnanya kemerahan dan membrondol paling sedikit 1 (satu) brondol per kg janjang dan paling banyak 50%.

Buah terlalu masak (Over-Ripe)

Adalah janjang buah membrondol lebih dari 50% hingga maksimum 75%.

Janjang kosong (Empty Bunch)

Adalah janjang buah membrondol lebih dari 75% hingga membrondol seluruhnya.

Buah abnormal (Abnormal Bunch)

Adalah janjang buah yang gagal berkembang menjadi buah masak normal, antara lain : buah parthenokarpi (> 50% brodol parthenokarpi), buah batu dan buah sakit.

Buah gagang/tangkai pangjang (Long Stalk)

Adalah janjang buah yang panjang gagangnya lebih dari 2 cm diukur dari potongan yang terdekat dengan sisi permukaan buah.

Buah dimakan tikus (Rat Damage)

Adalah janjang buah yang dimakan tikus yaitu terdapat lebih dari 3 (tiga) brondol dalam satu janjang dijumpai bekas keratan baru gigitan tikus.

Hasil grading  ini dicatat didalam formulir ”Pmeriksaan Mutu Buah/TBS di TPH”.

Dari data ini akan dibuat peta distribusi mutu  buah (peta buah mentah, peta serangan tikus, dan lain-lain) sehingga dapat dipakai oleh manajemen kebun dalam melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kualitas panen/potong buah dan hal-hal lainnya di lapangan.

Pemeriksaan ancak panen

Memeriksa kualitas ancak panen yang dipanen  pada satu hari sebelumnya di masing-masing afdeling dengan jumlah sampel minimal 10% sehingga diperoleh sampel yang representatif. Maka ditetapkan minimal 14 baris tanaman atau 7 pasar rintis di dalam satu blok seluas 30-40 ha  yang mempunyai total 128 baris atau sampling sebesar ±11%.

Disetiap afdeling dipilih blok-blok yang akan diperiksa atas dasar realisasi pekerjaan panen. Blok yang terpilih diberi tanda (X) dalam peta kebun dengan tujuan agar  pemeriksaan blok pada akhirnya menyebar secara merata  di semua afdeling  untujk menghindari terjadinya pengamatan ganda/berulang di blok yang sama sebelum blok-blok lainnya selesai diperiksa.

Penentuan titik awal baris tanaman yang akan diperiksa dilakukan pada salah satu dari 10-20 baris pertama secara acak. Barisan tanaman pengamatan selanjutnya dipilih secara sistematis dengan selang 20 (dua puluh baris). Sebagai contoh : jika titik awal pemeriksaan ancak dilakukan pada baris nomor 3 dan 4 (rintis nomor 2), maka pemeriksaan berikutnya dilakukan pada baris nomor 23-24, 43-44, 63-64, 83-84, 103-104, dan 123 – 124. Apabila di dalam satu blok terdapat nomor baris yang lebih dari 125, maka barisan pengamatan dilanjutkan sampai nomor baris terkahir dalam blok tersebut.

 

Info SAWIT