Kemenag Lobi Saudi, Minta Jemaah RI Diberi Kesempatan Berangkat ke Tanah Suci

canalberita.com — Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Khoirizi bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi, Esham Altsaqafi. Dalam kesempatan itu, Khoirizi melobi agar jemaah umrah Indonesia bisa segera mendapat kesempatan untuk diberangkatkan.

Dalam pertemuan ini, Khoirizi menyampaikan salam Menag Yaqut Cholil Qoumas dan ucapan selamat National Day ke-91 Arab Saudi yang diperingati setiap 23 September.

Kepada Esham, Khoirizi dalam pertemuan itu mengatakan penanganan COVID-19 di Indonesia saat ini terus membaik. Selain itu, jemaah umrah Indonesia juga siap untuk mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi.

Tahapan Pilkada 2024

“Kami berharap pemerintah Arab Saudi segera mencabut suspen dan memberi kesempatan kepada jemaah umrah Indonesia untuk bisa berangkat ke Tanah Suci,” kata Khoirizi dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

“Ada lima negara pengirim jemaah umrah terbanyak, yaitu Pakistan, Indonesia, India, Turki, dan Mesir, yang belum bisa mengirimkan jemaah umrahnya. Kami berharap jemaah umrah Indonesia diprioritaskan untuk bisa segera diberangkatkan,” lanjutnya.

“Kami berharap pemerintah Arab Saudi segera mencabut suspen dan memberi kesempatan kepada jemaah umrah Indonesia untuk bisa berangkat ke Tanah Suci,” kata Khoirizi dalam keterangannya, Rabu (22/9/2021).

“Ada lima negara pengirim jemaah umrah terbanyak, yaitu Pakistan, Indonesia, India, Turki, dan Mesir, yang belum bisa mengirimkan jemaah umrahnya. Kami berharap jemaah umrah Indonesia diprioritaskan untuk bisa segera diberangkatkan,” lanjutnya.

Esham menambahkan, meski penyelenggaraan umrah sudah dibuka sejak Muharam 1443H untuk beberapa negara, namun peminatnya masih sepi, hanya sekitar 1000 – 1500 orang. Dia mengatakan hal ini disebabkan prosedur penyelenggaraan umrah yang sangat ketat, demi mencegah penyebaran pandemi.

Dalam pertemuan ini turut hadir Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Nur Arifin, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Bagus Hendraning Kobarsih, dan Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Silviana.

detik