Kelotok Gratis Angkut Bantuan Banjir, 688 Jiwa Warga Tumbang Bulan Terdampak

canalberita.com — Pemerintah Desa (Pemdes) Tumbang Bulan Kecamatan Mendawai Kabupaten Katingan menyediakan layanan transportasi sungai gratis untuk mengakut bantuan banjir.

Transportasi sungai yang dimaksud adalah Kelotok yang biasanya digunakan masyarakat untuk beraktivitas, lantaran daerah tersebut masih belum ada akes jalan darat. Selama ini masyarakat desa Tumbang Bulan dikenal dengan kekayaan alamnya terutama perikanan.

Akibat banjir aktivitas masyarakat lumpuh total, seperti diketahui banjir yang melanda wilayah selatan kabupaten Katingan masih merendam ribuan rumah warga.

Jarak yang cukup jauh dari Kecamatan membuat desa ini tak jarang luput perhatian. Selain kendala transportasi juga masalah akses komunikasi yang sulit.

Kepala Desa Tumbang Bulan H Yusran mengatakan 100 persen rumah warga sudah terendam banjir.

Penduduk desa hingga sekarang masih bertahan di dalam rumah lantaran tak ada tempat pengungsian.

Luapan air diperkirakan akan semakin lama di tempat itu, karena letak geografisnya berada di dataran rendah.

“Hampir 100 persen rumah warga terendam banjir, aktivitas masyarakat lumpuh total. Kami disini berjumlah 191 KK dan 688 Jiwa. Hingga sekarang bantuan yang diterima masih minim,”ujarnya Selasa, 14 September 2021.

Dirinya juga mengakui baru-baru ini pihaknya ada menerima bantuan dari dua perusahan yang beraktifitas di wilayah tersebut seperti PT PEAK dan PT Dwima Grup. Bantuan terbilang masih minim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah banjir yang melanda sekarang ini.

Yusran mengatakan bantuan yang masuk di desa hingga sekarang masih terbilang minim, dirinya berharap ada perhatian dari pemerintah agar bisa menjakau wilayahnya tersebut.

“Kami menyadari kendala utama soal transportasi dalam pendistribusian logistik, untuk itu kami dari pemerintah desa juga menyiapkan kelotok milik desa untuk bisa digunakan untuk mengakut logistik, kalo berharap dengan bantuan beras yang kami terima sekarang hanya bisa dibagikan per KK menerima 2,5 Kg beras itu sudah kami bagi secara merata,” tambahnya.

Hingga sekarang ketinggian air berkisar 60-70 cm diatas permukaan jalan, warga sekitar bertahan di rumah masing-masing dengan membangun katil atau dikenal panggung lebih tinggi untuk bertahan.

“Kebutuhan sembako sampai sekarang masih sangat dibutuhkan warga kami, kemaren siang ada juga pemeriksaan kesehatan dari tim medis Kecamatan Mendawai,” tutupnya.

Untuk diketahui jarak tempuh yang dibutuhkan menuju desa tersebut bisa melewati dua jalur alternatif, pertama jalur darat melewati jalan Bangun Bango menuju kereng Pakahi dilanjutkan jalur sungai diperkiran waktu 2 jam lebih.

Kedua jalur Kasongan – Sampit kemudian melanjutkan perjalan menggunakan jalur sungai dilanjutkan Hantipan dan melewati beberapa desa dengan estimasi waktu sekitar 2 jam.

 

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Canal Berita dengan Berita Sampit. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Berita Sampit.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.