Saham Bukalapak Naik 3,1 Persen ke Rp 995, Samuel Sekuritas: Putus Tren Negatif

canalberita.com — Saham PT Bukalapak.com berhasil memutus tren negatifnya pada sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat, 13 Agustus 2021. Beberapa hari ini saham emiten ini kerap rontok bahkan mencapai batas auto rejection bawah alias ARB.

“BUKA akhirnya berhasil memutus tren negatifnya di sesi pertama hari ini. Setelah terus menerus rontok sejak Senin, 10 Agustus 2021, saham e-commerce ini berhasil bangkit di pertengahan sesi pertama hari ini dan menutup sesi di level Rp 995 per saham atau naik 3,1 persen,” dinukil dari analisis Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat, 13 Agustus 2021.

Saham BUKA juga menjadi salah satu saham yang banyak dibeli asing pada sesi pertama perdagangan dengan nilai Rp 78,2 miliar. Di samping saham Bukalapak, saham lain yang banyak dibeli asing di pasar reguler adalah BBCA dengan Rp 168,9 miliar, serta BBRI dengan Rp 53,9 miliar.

Berdasarkan volume trading, saham Bukalapak.com juga menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan di sesi pertama hari ini, dengan volume 24,4 juta lembar. Capaian itu disusul FREN dengan 10,8 juta lembar saham dan CARE 4,6 juta lembar saham.

Secara umum, IHSG melemah tipis di sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks mengakhiri sesi pertama di level 6.134 atau 0,09 persen lebih rendah dari angka penutupan kemarin, Kamis, 12 Agustus 2021, yang di level 6.139.

Sebanyak 199 saham menguat, 296 melemah, dan 171 stagnan pada sesi pertama perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp 8,5 triliun.

Di akhir sesi pertama hari ini, tercatat nilai beli bersih asing sebesar Rp 325,5 miliar di pasar reguler, sementara di pasar negosiasi tercatat angka jual bersih asing sebesar Rp 25,9 miliar.

Saham yang mengisi lima besar top gainer di sesi pertama ini adalah INCF yang naik 34,4 persen ke Rp 195 per saham, CANI yang naik 33,7 persen ke Rp 202 per saham, DIGI yang naik 25 persen ke Rp 615 per saham, AGAR yang naik 24,8 persen ke Rp 472 per saham, serta PTIS yang naik 24,8 persen ke Rp 322 per saham.

Adapun lima besar top loser sesi pertama hari ini adalah ITIC yang turun 6,9 persen ke Rp 320 per saham, OPMS yang turun 6,9 persen ke Rp 348 per saham, SLIS yang turun 6,9 persen ke Rp 13.450 per saham, PANS yang turun 6,9 persen ke Rp 1.280 per saham, serta BABP yang turun 6,8 persen ke Rp 464 per saham.

 

(Sumber: Tempo)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.