Diduga Dirampok, Nenek 62 Tahun di Aceh Tewas Mengenaskan, Emas 26 Gram Milik Korban Raib

canalberita.com —  Seorang nenek di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh ditemukan tewas.

Korban bernama Dahniar tergeletak terluka parah di rumahnya.

Diduga nenek berusia 62 tahun itu menjadi korban pembunuhan dan perampokan.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda melalui Kasat Reskrim AKP Parmohonan Harahap membenarkan tewasnya korban.

Ia mengatakan, korban tinggal di Kompleks Perumahan Budha Tzu Chi, Desa Peunaga Paya, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Nenek Dahniar keseharian berjualan di kios di rumahnya.

Korban ditemukan berada dalam kiosnya, dengan keadaan mengenaskan.

Kejadian ini membuat warga sekitar menjadi geger.

“Korban meninggal karena ada bekas luka di leher, kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut,” jelas AKP Parmohonan, Selasa (3/8/2021).

Sementara jasad korban tersebut dibawa ke rumah sakit RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh untuk divisum.

Sementara terlihat petugas di RSUD Cut Nyak Dhien memandikan jenazah yang telah meninggal tersebut, sebelum diantarkan pulang ke rumahnya.

M Nasir, salah satu cucu korban meminta pihak pihak kepolisian guna mengungkap kasus tersebut hingga tuntas.

Dia berharap pembunuh neneknya segera ditangkap dan terungkap pelakunya.

Nenek dibunuh, emas 8 mayam dirampas – Petugas dan warga membuat kain kafan di ruang jenazah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (3/8/2021) untuk jenazah Dahniar korban pembunuhan di Komplek Budha Tzu Ci. (SERAMBINEWS.COM/SA’DUL BAHRI)

 

Disebutkan, dalam peristiwa tersebut, diduga sebanyak 8 mayam emas yang berada di tangan korban hilang yang diduga dirampas oleh pelaku kejahatan.

(Diketahui 1 mayam emas sama dengan 3,33 gram emas. Sehingga 8 mayam emas senilai dengan 26,64 gram emas)

Emas yang hilang tersebut berupa gelang tangan yang selama ini sering dipakai oleh pelapukan sebanyak 8 mayam.

Dari sejumlah informasi yang diperoleh Serambinews.com.

Menyebutkan, bahwa pada malam itu korban bersama dengan anak tetangga yang masih kecil sering menemaninya di rumah tersebut.

Sedangkan anak-anaknya yang sudah berkeluarga tinggal di rumah masing-masing sebagian ada di Nagan Raya dan sebagian di Meulaboh.

Sedangkan korban lebih menyukai tinggal di rumah sendiri dan tidak ikut tinggal dengan anaknya.

Keseharian Dahniar itu berjualan untuk keperluannya.

Pada paginya anak tersebut sekitar pukul 06.00 WIB bangun mencari korban dengan memanggilnya.

Namun tidak ada suara, sehingga anak tersebut mendorong pintu kios

Dia terkejut melihat korban sudah tewas.

Berawal dari itu anak tersebut menyampaikan kabar itu kepada tetangganya.

Sehingga warga yang mendengar hal itu langsung ke lokasi.

Akhirnya kabar tersebut menyebar di desa tersebut.

Hingga ke pihak kepolisian yang saat ini dalam penyelidikan pihak kepolisian.

(Sumber: SerambiNews.com/Sa’dul Bahri)