Banjir 10-30cm, Camat: Tetap Waspada

canalberita.com — Luapan air sungai Katingan kembali memasuki pemukiman rumah warga, akibatnya sebagian rumah warga di bagian utara Katingan seperti kecamatan Petak Malai, Katingan Hulu, Marikit, Sanaman Mantikei, Katingan Tengah dan juga Pulau Malan terus menjadi sasaran banjir.

Ketua Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan Roby mengatakan berdasarkan data BMKG yang sudah BPBD Katingan Infokan secara luas di Katingan, bahwa akibat fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) diperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas tinggi/ekstrim dan dapat disertai petir, yang melanda beberapa bagian wilayah Indonesia termasuk Wilayah Kalteng dan juga Kab Katingan, yang terjadi sekitar tanggal 15 – 20 Agustus 2021.

“Perkiraan BMKG tersebut ternyata benar bahwa pada tgl 18, 19 dan 29 Agustus 2021di beberapa bagian Wilayah Kab Katingan, khususnya bagian utara, sehingga mengakibatkan meningkatnya permukaaan air di sungai katingan bahkan meluap ke daratan dibeberapa wilayah pemukiman penduduk,” jelasnya. Sabtu, 21 Agustus 2021.

Menurutnya dari laporan Camat Marikit (Siuntas), Camat Sanaman Mantikei (Nathanael) dan Camat Katingan Tengah (Yobie Sandra) meluapnya air sungai katingan tersebut yang melanda beberapa desa atau pemukiman penduduk terjadi ditanggal 19 Agustus 2021 malam sampai dengan 20 Agustus 2021.

“Luapan air sungai katingan dengan ketinggian 10 -30 cm, sehingga secara umum hanya merendem daerah dataran rendah, jalan desa dan halaman rumah penduduk/fasilitas umum lainnya, serta merendam bagian lantai bberapa rumah penduduk yg berada dibagian dataran rendah,” bebernya.

Kemudian berdasarkan laporan Camat Marikit sekira Pukul 16.00 WIB, tanggal 20 Agustus 2021 malam, kondisi air cenderung bertahan dan mulai surut. Meskipun Marikit bagian utara Katingan sudah mulai surut tetapi dibagian hilirnya yaitu kecamatan Sanaman Mantikei dan kecamatan Katingan Tengah masih tertumpuk air sungai.

“Masih terjadi di kedua kecamatan ini, dengan kondisi cenderung sedikit bertambah tapi tidak akan berlangsung lama serta kemungkinannya juga segera surut. Akibat luapan air sungai tersebut, belum ada warga masyarakat yang mengungsi dan kondisi kehidupan masyarakat masih bisa berjalan normal dengan keterbatasan tertentu,” katanya.

Menurut pantauan BPBD Katingan, kondisi luapan air sungai katingan yang terjadi pada tanggal 19 dan 21 Agustus 2021 ini tidak lebih parah jika dibandingkan dengan luapan air sungai katingan yang terjadi pada tanggal 15 dan 16 Juli 2021 yang lalu.

“Kehidupan masyarakat di beberapa kecamatan yang terdampak luapan sesaat air suangai katingan itu maaih dapat berjalan normal, tidak ada dilaporkan korban jiwa dan sepertinya masyarakat sudah sangat siap menghadapai luapan air sungai Katingan yang memang sering terjadi,” lanjutnya.

Pihaknya juga tetap mengimbau masyarakat yang terdampak untuk selalu waspada, tetapi tetap tenang karena menurut prakiraan bahwa kondisi curah hujan dengan intensitas tinggi ini hanya berlangsung sesaat dan segera berakhir.

“BPBD Katingan sudah lama membuka layanan laporan kebencanaan termasuk bencana banjir melalui telp/WA di nomor : 0811 5521 200, semoga bencana apapun termasuk banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat ini bisa segera berlalu,” tutupnya

 

Disclaimer:Artikel ini merupakan kerja sama Canal Berita dengan Berita Sampit. 
Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan 
keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Berita Sampit.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.