Abrasi Hancurkan Pondasi Kubah di Pantai Ujung Pandaran

canalberita.com — Gerusan abrasi yang terjadi di pantai ujung pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur semakin parah. Bahkan pengikisan telah mencapai bangunan kubah dan mulai merusak pondasi dan lantainya.

Hal ini terlihat melalui video dari kamera seluler dari warga yang berjiarah ke kubah tersebut. Tampak lantai dan pondasi bangunan kubah sudah ada yang ambruk akibat tergerus abrasi yang semakin hari mengancam kawasan wisata religius kebanggaan Kotim ini.

Sebelumnya, melihat kondisi abrasi yang semakin parah dan telah menghancurkan bangunan musala dan kini mulai merambah ke bangunan kubah.

Bupati Kotim Halikinnor memiliki wacana dan telah mengajak pihak ahli waris ataupun keturunan dari makam Al-alimul Allamaah Syeh H Hamid (Buyut Datu Kelampayan) Kalimantan Selatan. Untuk merelokasi atau meminfahkan makam tersebut ke tempat yang lebih aman.

“Mudah-mudahan juriatnya mau kalau bisa kita bisa pindahkan di desa ujung pandarannya. Kita buat tempatnya, jadi orang yang berwisata ke pantai sekaligus berwisata religius tidak jauh dari situ,”kata Halikin, beberapa waktu lalu.

Sekedar diketahui, Makam Syeh H Abu Hamid yang akrab dipanggil Masyarakat Kotim Kubah Keramat, merupakan makam yang kini kelestariannya menjadi perhatian oleh Pemkab Kotim. Dimana untuk memberi kenyamanan para peziarah, pemerintah telah membangun lokasi makam lebih megah ditambah juga sejumlah fasilitas bangunan lainnya.

Untuk mencapai lokasi kubah yang berada sekitar dua kilometer dari Desa Ujung Pandaran ini bisa dilakukan melalui dua alternatif, yakni melewati jalan darat di saat air laut surut, dan bisa juga menggunakan perahu.

Melihat animo masyarakat yang cukup tinggi mengunjungi makam tersebut, bukan hanya wisatawan lokal dari Kalimantan, namun juga dari Pulau Jawa.

Pemerintah Daerah pun berupaya melakukan pembenahan terutama infrastruktur jalan menuju kubah tersebut. Namun akibat abrasi yang mengancam pantai tersebut, membuat pemerintah harus ekstra keras melakukan pembenahan, setidaknya ancaman abrasi bisa ditanggulangi, sehingga kawasan wisata religius yang menjadi kebanggan Bumi Habaring Hurung ini terjaga dan terlindungi.

 

Disclaimer:Artikel ini merupakan kerja sama Canal Berita dengan Berita Sampit. 
Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan 
keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Berita Sampit.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.