5 Fase Pembangunan Masyarakat Sawit

canalberita.com — Keterlibatan masyarakat membangun perkebunan kelapa sawit di berbagai daerah, tidak bisa dianggap sebelah mata. lantaran, masyarakat selalu bekerja dengan gigih untuk memajukan perekonomian didaerahnya. tak hanya melalui perkebunan kelapa sawit semata, melainkan turut mengembangkan berbagai usaha dan jasa sehingga ekonomi masyarakat terus bertumbuh.

Pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar perkebunan kelapa sawit, memang bisa terbilang cepat mengalami pertumbuhan. Pasalnya, keberadaan perkebunan kelapa sawit milik masyarakat, akan mendapatkan bantuan langsung dari perusahaan perkebunan kelapa sawit sebagai mitranya. Melalui kerjasama kemitraan ini, maka pembangunan perkebunan kelapa sawit nasional terus bertumbuh.

Bagaimana pembangunan masyarakat di daerah perkebunan kelapa sawit bisa bertumbuh nilai ekonominya?

Fase pertama, pertumbuhan masyarakat di daerah perkebunan kelapa sawit berasal dari adanya kerjasama kemitraan antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Melalui kerjasama kemitraan inilah, masyarakat terlibat aktif sebagai petani plasma, dalam membangun kebun sawitnya.

Keterlibatan petani plasma, sebagai bagian partisipasi masyarakat, yang memiliki lahan perkebunan kelapa sawit, untuk dikelola bersama-sama dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Dimana, proses kerjasama kemitraan yang dilakukan perusahaan perkebunan bersama masyarakat harus mengacu kepada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Fase Kedua, Kemitraan yang dilakukan masyarakat bersama perusahaan perkebunan, secara otomatis memberikan pekerjaan kepada masyarkat lokal sebagai petani kelapa sawit. Dimana, keberadaan petani kelapa sawit sebagian besar berasal dari masyarakat itu sendiri. Selain juga bertambah, dari penduduk luar daerah, yang mengikuti program pemerintah (semisal : Transmigrasi).

Melalui keterlibatan aktif masyarakat itulah, perusahaan perkebunan kelapa sawit bisa membangun perkebunan kelapa sawitnya. Lantaran, keterlibatan masyarakat dibutuhkan sebagai bagian dari keberadaan perusahaan perkebunan dalam membantu pemerintah melakukan pembangunan nasional di seluruh daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Fase Ketiga, Perputaran ekonomi yang didapat, dari kegiatan bercocok tanam petani plasma, secara otomatis juga mengundang partisipasi orang lain, entah saudara atau orang yang membutuhkan pekerjaan, untuk membantu mengelola perkebunan kelapa sawit milik petani plasma, sehingga bisa segera terbangun.

Pembangunan perkebunan kelapa sawit, yang melibatkan masyarakat sebagai petani plasma, juga turut melibatkan partisipatif dari orang lain. Sehingga populasi penduduk di daerah tersebut akan segera meningkat dan terjadi asimilasi kebudayaan lokal dengan pendatang, sehingga kerjasama yang dilakukan akan meningkatkan kesejahteraan hidup bersama.

Fase Keempat, Kemitraan yang terjalin antara perusahaan perkebunan dengan petani plasma, secara langsung akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Lantaran, pertumbuhan ekonomi masyarakat didapat dari penghasilan setiap bulannya, yang diterima dari perusahaan perkebunan sebagai petani plasma.

Melalui penghasilan petani plasma setiap bulannya, ditambah penghasilan bulanan yang diterima para karyawan perusahaan perkebunan, maka pertumbuhan ekonomi di daerah yang mengalami pembangunan perkebunan kelapa sawit akan semakin maju dan berkembang.

Fase Kelima, Bertumbuhnya ekonomi masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi tumbuhnya berbagai usaha dan jasa yang turut berkembang didalam masyarakat. Semisal usaha makanan, warung makan, kedai bakso, kedai kopi, jasa penjahit, jasa tukang, jasa reparasi, toko elektronik, jasa perbankan dan sebagainya.

Tumbuhnya berbagai fase pembangunan akibat pembangunan perkebunan kelapa sawit, secara nyata dapat mudah ditemui di perkebunan kelapa sawit yang sudah terbangun. Hampir semua pertumbuhan ekonomi yang terjadi di daerah sentra-sentra perkebunan kelapa sawit terbilang merata. Lantaran, perusahaan perkebunan terus bertumbuh sejalan dengan lahan perkebunan milik petani yang juga terus bertambah.

Luasnya areal perkebunan kelapa sawit tentu saja memiliki makna penting dalam pertumbuhan usaha perkebunan kelapa sawit. Lantaran, usaha perkebunan kelapa sawit akan terus bertumbuh dan berkembang, jika dikelola secara efektif dan efisien. Efektifitas biaya produksi akan didapat, bila luasan lahan seimbang dengan kebutuhan pasokan bahan baku berupa Tandan Buah Segar (TBS), yang dibutuhkan Pabrik Kelapa Sawit.

Itulah sebabnya, pasokan TBS milik petani akan sangat berguna bagi perusahaan perkebunan untuk meningkatkan kapasitas olah PKS yang dimilikinya. Pentingnya, kemitraan petani dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit harus terus dilakukan, demi bertumbuhnya usaha perkebunan kelapa sawit, yang dapat dilakukan secara bersama. Semoga.

 

(Sumber: Info Sawit)