Menggali Potensi Insentif Bagi Pekebun Sawit Bersertifikat ISPO

canalberita.com — Dalam upaya menggali potensi manfaat atau insentif yang bisa saja tersedia bagi pekebun kelapa sawit sebagai hasil dari sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), maka belum lama ini  UNDP SPOI memfasilitasi kajian yang harapannya bisa menghasilkan rekomendasi bagi berbagai pihak dalam menggalang dukungan terhadap pekebun kelapa sawit.

Sejatinya sertifikasi ISPO merupakan bagian dari Inpres 6/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN KSB) dan tercantum dalam Komponen E, Dukungan Percepatan Pelaksanaan Sertifikasi ISPO dan Peningkatan Akses Pasar. “Dalam komponen ini juga termasuk program-program terkait Pelaksanaan Sosialisasi ISPO untuk Pemangku Kepentingan Nasional,” demikian catat pihak Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan (Foskbi) seperti dikutip InfoSAWIT dalam laman resminya.

Saat ini regulasi ISPO telah diperkuat sesuai Peraturan Presiden No 44/2020 dan Permentan No 38/2020 sebagai peraturan pelaksananya. Dalam beleid tersebut, mengamanatkan bahwa ISPO akan berlaku wajib bagi pekebun kelapa sawit dalam 5 tahun sejak disahkan. Meskipun diperkirakan bakal banyak tantangan dalam penerapannya, pihak Kementerian Pertanian menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memberikan dukungan prioritas bagi para pekebun sawit untuk dapat melaksanakan amanat tersebut.

Sebab itu, studi mengenai peluang insentif bagi pekebun kelapa sawit menjadi upaya guna mengidentifikasi langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan sertifikasi ISPO oleh pekebun sawit. Kajian ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Sekretariat Tim Pelaksana RAN KSB dan menggandeng tim dari Consortium Studies on Smallhoder Palm Oil (CSSPO), Universitas Sumatera Utara yang melakukan penggalian data, analisis, dan penulisan kertas kebijakan.

Dari inforamsi yang diperoleh, rangkaian konsultasi telah dilakukan pada bulan Juni 2021, yang dilengkapi dengan konsultasi multipihak tanggal 18 Juni 2021 yang melibatkan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dan kontribusi dalam kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.

Dalam diskusi dapat disimpulkan, setidaknya ada beberapa tantangan dalam pelaksanaan ISPO yaitu langkah kongkrit untuk percepatan sertifikasi ISPO, keberterimaan pasar dan insentif. Hasil studi ini diharapkan selesai pada Agustus 2021 dan dapat dipublikasikan secara luas kepada pemangku kepentingan sebagai sebuah rekomendasi bagi dukungan terhadap pekebun dalam rangka percepatan sertifikasi ISPO.

 

(Sumber: Info Sawit)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.