75 Calon Bintara Asal Papua Digembleng di SPN Polda Kalteng

canalberita.com – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol Dr Dedi Prasetyo secara resmi membuka Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun 2021 di SPN Tjilik Riwut Polda Kalteng pada Senin 26 Juli 2021 pagi.

Dalam kesempatan tersebut,  Kapolda berpepan kepada calon siswa Bintara Baru untuk selalu menjalankan tugas yang diberikan oleh pembimbing dan jangan pernah berpuas diri dalam menuntut sesuatu.

“Ikuti segala arahan yang disampaikan oleh pembimbing kalian, kalian disini dilatih atau didik selama 5 bulan. Itu adalah waktu sangat singkat, jangan sia-siakan waktu selama berada di SPN Tjilik Riwut Polda Kalteng ini, belajar dan teruslah belajar. Tekun dan riang gembira dan selalu bersyukur,” pesan Dedi Prasetyo.

Pria bintang dua di pundaknya  ini juga mengingatkan kepada Calon Siswa Bintara maupun Pendidik, untuk selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan pada masa pandemi Covid-19 yang tidak kunjung reda di Kalimantan Tengah ini.

“Jangan sampai SPN Polda Kalteng menjadi klaster nanti, kita wujudkan SPN Polda Kalteng SPN Zero (bebas Covid-19. Ingat selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan jangan pernah melepas maskes saat pembelajaran berlangsung,” sebutnya.

Dilokasi yang sama, Ka SPN Tjilik Riwut Polda Kalteng, Kombes Pol Eka Djunaedi SSos SIK mengatakan, ini adalah angkatan ke-45 Bintara Baru Polda Kalteng yang terdiri dari 340 orang Calon Siswa Bintara Baru.

“265 Calon Siswa Bintara Baru dari Polda Kalteng dan siswanya 75 titipan dari Polda Papua. Mereka ini dititipkan di SPN Tjilik Riwut Polda Kalteng untuk mengikuti pembelajaran dan pelatihan sesuai instruksi dari Mabes Polri di Seluruh Indonesia,” ucap Eka.

Dalam pembelajaran kata Eka, tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya namun hanya mereka diwajibkan menerapkan 3M (menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) pada masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Prokes yang kita tetankan, karena sesuai perintah Bapak Kapolda tadi harus disiplin dalam protokol kesehatan. Perlu diketahui juga, mereka disini hanya 5 bulan dan itu dalam pengawasan dari pendidik atau pelatih,” tutupnya.

(cnb-1)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.